Akibat Perselisihan, 169 Restoran McDonald’s di India Ditutup

Akibat Perselisihan, 169 Restoran McDonald’s di India Ditutup

246
BERBAGI
Akibat Perselisihan, 169 Restoran McDonald's di India Ditutup

KotakNews.com – Akibat Perselisihan, 169 Restoran McDonald’s di India Ditutup, Pada Senin (21/8/17) McDonald’s mengumumkan bahwa pihaknya telah  menutup 169 restorannya di India karena terjadi perselisihan hukum dengan operator waralaba disana.

McDonald’s yang awalnya membangun kerjasama dengan Connaught Plaza Restaurant Ltd (CPRL)  untuk melanggengkan bisnisnya di India itu, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerjanya karena pihak CPRL dituduh telah melanggar kontrak dan gagal membayar.

Dikutip dari AFP, pihak dari perusahaan McDonald’s tersebut mengatakan bahwa mereka terpaksa mengambil langkah tersebut karena CPRL secara material melanggar persyaratan perjanjian waralaba yang berkaitan dengan restoran-restoran terkait.

Akibat hal tersebut, seluruh restoran McDonald’s di India utara dan timur, termasuk di ibu kota New Delhi ditutup. Meskipun demikian, pihak perusahaan makanan terkenal dari Amerika tersebut mengatakan akan mencari mitra baru.

Sedangkan di India Selatan dan Barat, restoran-restoran McDonald’s akan tetap dibuka karena pihak pengelolanya merupakan operator waralaba yang berbeda.

Pada Juni lalu, McDonald’s telah menutup lebih dari 40 restorannya di Delhi karena mereka gagal memperbaharui lisensi rumah makan mereka melalui  registrasi polisi untuk mengoperasikan tempat hiburan umum.

Menurut Firma Konsultasi Technopak yang berbasis di Delhi, pertumbuhan pasar restoran cepat saji di India nilainya mampu mencapai 1,5 miliar dolar AS dan tumbuh sekitar 15 persen per tahunnya. Dengan jumlah penduduk India yang mencapai 1,25 miliar serta semakin banyaknya jumlah penduduk yang punya uang untuk makan di luar, India merupakan salah satu pasar menarik bagi perusahaan makanan cepat saji asing.

Namun sayangnya, agar bisa mendirikan cabang – cabang usaha makanan di India, para perusahaan asing harus memiliki mitra lokal untuk membantu mengoperasikan usahanya. Mereka membutuhkan rata-rata 50 lisensi untuk beroperasi.

Simak Juga :  Audy Rilis Album Baru Untuk Para Penggemar

Pemimpin CPRL Vikram Bakshi kepada Press Trust of India (PTI) mengatakan bahwa CPRL telah mempertimbangkan jalan legal lain apa yang tersedia. “Ini benar-benar penghinaan, iktikad buruk dan penindasan lain yang dilakukan oleh McDonald’s,” kata Bakshi sebagaimana dikutip PTI.