Antrian Menumpuk, JNE Banda Aceh Banjir Kritik

Antrian Menumpuk, JNE Banda Aceh Banjir Kritik

482
BERBAGI
Antrian Pelanggan di JNE

KotakNews.com – Antrian Menumpuk, JNE Banda Aceh Banjir Kritik, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Banda Aceh mendapat banyak somasi dari masyarakat Banda Aceh. Hal ini terjadi karena banyak pengguna jasa mereka yang memprotes dan mengkritik pelayanan yang diberikan oleh perusahaan yang didirikan oleh Soeprapto Suparno ini. Perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman dan logistik ini diserbu pelanggannya yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan.

Menurut berita terbaru yang kami lansir dari situs acehkita.com, pada hari Senin (09/01/2017) kemarin antrian warga menumpuk di Kantor Operasional JNE Banda Aceh. Bahkan hingga menjelang maghrib, antrian pelanggan yang ingin mengambil barangnya di JNE malah semakin banyak jumlahnya. Mereka memenuhi lobi JNE untuk mengambil barang yang tak kunjung diantar ke alamat rumah mereka.

Antrian Menumpuk, JNE Banda Aceh Banjir Kritik
Antrian Pelanggan di JNE Banda Aceh (Foto: acehkita.com)

Bahkan salah seorang pengantri yang menunggu cukup lama untuk menerima barang miliknya terlihat kesal dengan kinerja JNE. Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengaku barangnya tidak kunjung diantar alias telat selama 4 hari dari jadwal sampai yang seharusnya. Pengantri tersebut bertambah kesal setelah mengetahui barangnya yang tak kunjung diantar, setelah sampai di kantor JNE, pihak JNE malah seperti tidak bisa melayani para pengantri yang memang terhitung banyak dan menumpuk tersebut.

Tidak hanya satu orang yang terlihat kesal dengan pelayanan yang diberikan JNE Banda Aceh. Seluruh masyarakat yang terlihat mengantri tersebut dibuat tambah emosi ketika pihak JNE menempelkan selebaran kertas bertuliskan informasi jika jaringan mereka sedang error.

Pihak JNE yang ditemui pada saat itu mengaku jika penyebab antrian memanjang dan menumpuk tersebut bukan dari pihak mereka (JNE Banda Aceh, red.) namun pada saat itu memang terjadi overload pengiriman dari JNE Jakarta. Overload kiriman ini terjadi akibat adanya cuti bersama tahun baru tanggal 02 Januari 2017. Cuti bersama tersebut berimbas pada penundaan pengiriman kargo dari Jakarta. Penundaan pengiriman kargo saat cuti bersama inilah yang membuat barang kiriman menjadi menumpuk dan membuat pihak JNE Banda Aceh kewalahan untuk melakukan pengiriman barang satu per satu ke alamat penerima.

Simak Juga :  Benarkah Broadcast Undangan Saluran BBM Adalah Ulah Olshop?

Tidak hanya para pengantri yang mengaku capai mengantri hingga berjam-jam. Salah satu petugas JNE Banda Aceh yang ditemui juga mengaku sangat kewalahan menangani para pengantri yang berjubel di kantor mereka. Namun untuk memberi pelayanan terbaik, mereka berusaha untuk mencarikan barang para pengantri sesuai nomor resi.

Tidak hanya sekali ini saja JNE Banda Aceh mendapatkan klaim dan kritik dari para pelanggannya. Tahun 2016 lalu diketahui salah seorang warga melaporkan dan mensomasi kantor pusat JNE karena menghilangkan dokumen berharga miliknya. Dokumen yang hilang tersebut merupakan dokumen mobil milik sang pelapor.

Banyak mendapat kritik dari para pelanggan, JNE sepertinya harus segera memperbaiki kinerja mereka karena sampai saat ini JNE masih merupakan perusahaan pengiriman barang yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Karena banjir kritik kepada perusahaan yang berdiri sejak tahun 1990 ini juga terjadi hampir diseluruh Indonesia dengan komplain yang sama. Yaitu barang tidak dikirimkan sesuai jadwal yang seharusnya.

Bisa saja para pelanggan akan berpaling dan menggunakan jasa pengiriman lain yang saat ini jumlahnya bisa dikatakan sudah tergolong banyak. Apalagi saat ini sang maestro jasa pengiriman barang, PT POS Indonesia, sudah mulai memperbaiki kinerjanya.