Bangun Infrastruktur, Pemerintah Gunakan Utang Luar Negeri

Bangun Infrastruktur, Pemerintah Gunakan Utang Luar Negeri

2420
BERBAGI

KotaKNews.com Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan anggaran infrastruktur guna mengakselerasi perbaikan dan pembangunan jalan, jembatan, bandara, pelabuhan dan infrastruktur lainnya agar distribusi barang dan jasa lebih murah dan efisien. Guna keperluan tersebut, pemerintah teleh menyiapkan anggaran sebesar Rp. 290 triliun dalam APBNP 2015 untuk belanja infrastruktur. Namun ternyata pemerintah tak bisa lepas darii utang, dari anggaran tersebut, sebesar Rp. 50 triliun merupakan utang luar negeri. Utang tersebut berasal dari beberapa sumber, anara lain, Bank Dunia (World Bank), Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank (IDB), JICA, China, Korea Selatan serta beberapa lembaga pembiayaan lain yang berasal dari Eropa dan Australia.

Dana yang diperoleh akan dikelola oleh beberapa kementerian/Lembaga yang melaksanakan program utama presiden Jokowi yaitu ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur. Salah satu Kementerian yang memperoleh dana adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan sebesar Rp. 9 triliun.

Pendanaan ini sifatnya berkelanjutan sampai lima tahun kedepan dengan total pembiayaan yang diajukan sebesar US$25 miliar. Dana dimaksud akan dipergunakan untuk membiayai pembangunan proyek air minum dan sanitasi US$5 miliar, Jalan Tol US$3 miliar, konektivitas jembatan dan jalan US$2 miliar, waduk US$1,5 miliar, penanggulangan banjir US$1,6 miliar, irigasi US$1,6 miliar dan perumahan US$1 miliar. Program ini dilaksanakan sampai dengan tahun 2019 sesuai RPJMN. (Fap)

Simak Juga :  DPR “Setujui” Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp. 48 Triliun
BERBAGI
Seorang wiraswasta sekaligus juru ketik yang mencintai teknologi. Disarankan untuk mencari jodoh secepat mungkin.