BPJS Ketenagakerjaan Kelola Dana Pekerja Rp. 200 Triliun Lebih

BPJS Ketenagakerjaan Kelola Dana Pekerja Rp. 200 Triliun Lebih

2176
BERBAGI

KotakNews.com Sampai dengan bulan Februari 2015, BPJS Ketenagakerjaan mengelola dana pekerja sebesar Rp 200 triliun lebih. Selama 2014, jumlah dana pekerja di BPJS Ketenagakerjaan naik 33%, dimana pada akhir tahun 2014 dana yang di kelola sebesar Rp 187 triliun.

Vice President of Communication Division BPJS Ketenagakerjaan Abdul Cholik mengatakan, di tahun ini pihaknya menargetkan dana pekerja yang dikelola mencapai Rp 223 triliun. Jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan sendiri hingga akhir Desember 2014 mencapai 17 juta pekerja, tahun ini ditargetkan naik menjadi 22,3 juta peserta.

Dana yang ada di BPJS Ketenagakerjaan di investasikan kedalam berbagai instrumen investasi. Dalam data BPJS Ketenagakerjaan, investasi terbanyak adalah di obligasi, diikuti deposito, saham, reksa dana, properti, dan penyertaan. Hasil investasi yang didapatkan BPJS Ketenagakerjaan per akhir Desember 2014 adalah Rp 18,1 triliun, atau tumbuh 21,75%. Ini belum termasuk potensi keuntungan Rp 5,18 triliun.

Menurut aturan, investasi BPJS Ketenagakerjaan hanya diperbolehkan dalam beberapa instrumen yakni deposito, surat utang (obligasi), saham, reksa dana, properti, dan penyertaan modal. Cholik mengatakan, pada 2018 BPJS Ketenagakerjaan menargetkan dana kelolaan pekerja mencapai Rp 500 triliun. Ini 80% terdiri dari dana pekerja sektor formal dan sisanya informal.

Saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki 121 kantor cabang dan 53 kantor cabang pembantu. Sebelum 1 Juli, BPJS Ketenagakerjaan akan membangun 150 kantor cabang perintis. Pada 1 Juli 2015 nanti, BPJS Ketenagakerjaan akan memasuki operasi penuh. Berubah dari PT Jamsostek (Persero) yang bentuknya BUMN, menjadi badan hukum publik bernama BPJS Ketenagakerjaan yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. (fap)

Simak Juga :  Mengejutkan! PT Mazda Motor Indonesia Berhenti Beroperasi di Indonesia
BERBAGI
Seorang wiraswasta sekaligus juru ketik yang mencintai teknologi. Disarankan untuk mencari jodoh secepat mungkin.