Dalam Kunjungannya Donald Trump Akan Memperkuat Persekutuannya Dengan Arab Saudi

Dalam Kunjungannya Donald Trump Akan Memperkuat Persekutuannya Dengan Arab Saudi

521
BERBAGI
Kunjungan Donald Trump ke Arab Saudi

KotakNews.com – Dalam Kunjungannya Donald Trump Akan Memperkuat Persekutuannya Dengan Arab Saudi, Pada Sabtu (20/5/2017) Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Kedatangan Trump mendapat  sambutan yang sangat meriah dari pemerintah Arab. Setelah Trump tiba di Istana Murabba untuk makan malam kerajaan, ratusan pria Saudi melakukan tarian Ardha, sebuah tarian pedang tradisional yang biasanya digelar saat Hari Nasional Arab Saudi dan menyambut tamu spesial.  Dikutip dari CNN, Trump banyak tersenyum saat berbaur dengan para penari. Dia mencoba menggerakkan badan dan tangannya sesuai irama musik. Sedang Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan Menteri Perdagangan Wilbur Ross ikut menari dengan pedang di bahu.

Dalam kunjungannya tersebut Trump bermaksud untuk memperkuat persekutuannya dengan Arab Saudi dengan menjalin kesepakatan dalam bidang politik dan ekonomi, juga kerja sama dalam perang melawan militan Islam. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama bilateral oleh Trump. “Ini hari yang hebat,” kata Trump usai menandatangani kerjasama strategis senilai US$100 miliar, mencakup penjualan senjata dan investasi baru, di Riyadh,

Mengutip Washington Post dari cnnindonesia.com, meski detail kerjasama itu tak disebutkan, namun itu bakal termasuk letter of intent AS untuk mendukung kebutuhan pertahanan Arab Saudi, dengan penjualan kapal perang, tank, dan kendaraan tempur lainnya. Menlu Rex Tillerson mengatakan, AS dan Arab Saudi memiliki pandangan yang sama terkait kontraterorisme, ancaman dari Iran, dan keamanan regional. “Ini permulaan titik balik hubungan AS dan Arab dan dunia Islam,” kata Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir. Kunjungan Trump, kata Jubeir, telah mengubah pembicaraan dengan dunia Islam, dari permusuhan menjadi rekanan. Jubeir mengatakan, di luar perjanjian masalah pertahanan itu, pemimpin usaha AS pada forum ekonomi yang diselenggarakan terkait kunjungan Trump, telah menjalin kerjasama bisnis senilai lebih dari US$200 miliar untuk 10 tahun ke depan.

Simak Juga :  Teror Bom ISIS Mesir, Lebih Dari 29 Orang Tewas

Trump memilih tempat suci umat Islam sebagai kunjungan pertamanya dengan maksud ingin menunjukkan bahwa dia ingin menghadapi masalah global, seperti memberangus kelompok militan ISIS, dengan memperkuat aliansi.  “Yang ingin dilakukan Trump adalah memecahkan masalah yang sama yang tengah dihadapi banyak pemimpin dunia Islam,” kata seorang pejabat Gedung Putih awal Mei lalu.”Kami pikir [pergi ke Saudi lebih dulu] sangat penting karena jelas selama ini orang-orang mencoba menilai Trump dengan cara-cara tertentu,” ucapnya menambahkan.

Setelah urusannya di Arab Saudi selesai, dalam agenda kunjungan luar negerinya, Trump berencana akan mengunjungi Israel, lalu beralih ke Eropa menuju Belgia dan Italia.

BERBAGI
A kind girl who likes working hard.