Di Korea, Manusia Dikubur Untuk Fondasi Bangunan

Di Korea, Manusia Dikubur Untuk Fondasi Bangunan

266
BERBAGI
Di Korea, Manusia Dikubur Untuk Fondasi Bangunan

KotakNews.com – Di Korea, Manusia Dikubur Untuk Fondasi Bangunan, Fakta mengejutkan baru ditemukan di Korea Selatan. Diberitakan AFP, tim arkeologi dari Badan Warisan Budaya Korea Selatan menemukan dua kerangka yang berasal dari abad ke-lima Masehi di bawah dinding Banwolseong atau Wolseong Palace. Kedua kerangka manusia ditemukan berdampingan di bawah sudut Barat dari dinding Batu dan Bumi Wolseong Palace. Salah satu kerangka menghadap ke langit. Dan kerangka lainnya memutar wajah dan tangan ke kerangka yang lain.

“Temuan ini merupakan bukti arkeologi pertama dari kisah rakyat yang mengisahkan manusia dikorbankan menjadi fondasi bangunan, bendungan, atau dinding, adalah kisah nyata,” kata Choi Moon-Jung, juru bicara the Gyeongju National Research Institute of Cultural Heritage. Bahkan proses penguburan manusia secara hidup-hidup dengan jenazah raja sebagai tanda pengabdian dan pelayanan telah lama dikenal dalam budaya Korea.

Nampaknya menurut pendapat para penemu tersebut, saat dikubur secara hidup – hidup, para pelayan tersebut tidak melawan sama sekali. “Menilai dari fakta bahwa tidak ada tanda perlawanan ketika mereka dikuburkan, mereka pastilah dikubur ketika sudah tidak sadar atau meninggal,” kata peneliti senior Park Yoon-Jung. “Kisah masyarakat menunjukkan manusia dikorbankan untuk menenangkan para dewa dan memohon kepada Mereka untuk menjaga struktur bangunan berdiri lebih lama,”imbuhnya.

Para peneliti sedang melakukan uji DNA untuk memastikan karakteristik kerangka tersebut, baik fisik, kesehatan, pola makan, dan genetika lainnya. Selain itu temuan lainnya antara lain berupa potongan prasasti kayu dan patung manusia serta hewan dari abad ke-enam, temasuk sejumlah pakaian seperti turban dan lainnya yang serupa dikenakan pada peradaban kuno Asia Tengah di Songdiana.

Seperti yang diketahui Banwolseong atau Wolseong Palace merupakan tempat kediaman keluarga Kerajaan Silla di Gyeongju, Korea Selatan. Banyak benda – benda bersejarah yang masih terkubur di sana. Kerajaan Silla berdiri sejak 57 Sebelum Masehi hingga tahun 935 Masehi. Istana pertama Silla dinamakan Geumseong (“Istana Emas”), dibangun dalam komplek Banwolseong (“Istana Bulan Separuh”) di Gyeongju. Setelah menyatukan Tiga Kerajaan, Silla Bersatu tidak memindahkan ibu kota ke tempat baru, melainkan diperbesar dan diperbaharui. Karakteristik Gyeongju adalah jalan-jalannya dibuat dalam pola garis lurus dimana dalam temboknya dibangun kuil besar bernama Hwangnyongsa (Kuil Raja Naga). Atas perintah Raja Munmu (masa berkuasa 661–681), sebuah kolam besar bernama Anapji (“Kolam Itik dan Angsa Liar”) dibangun dalam komplek vila kerajaan. Kolam Anap berbentuk tidak teratur dimana salah satu sisi dibentuk dengan tanggul tinggi dan lurus dan sisanya di seberang yang lain mempertahankan bentuk alami yang berkelok-kelok. Kolam ini dilengkapi pula dengan miniatur gunung dan bebatuan. Di tempat ini diselenggarakan perayaan-perayaan nasional dan pesta-pesta, jamuan untuk utusan asing apabila sedang tidak digunakan untuk beristirahat. Walau kini Anapji masih terawat dengan baik, lokasi dan bentuk istana asli tidak diketahui.

Simak Juga :  Hasil Terbaru Liga Champions: Reuni Pep Guardiola Dihancurkan Trio MSN Barcelona

 

BERBAGI
A kind girl who likes working hard.