EMS (Electrical Muscle Stimulation) Sebagai Alternatif Pembentukan Otot Tubuh dengan Risiko Minimal

EMS (Electrical Muscle Stimulation) Sebagai Alternatif Pembentukan Otot Tubuh dengan Risiko Minimal

374
BERBAGI
EMS(Electrical Muscle Stimulation) Sebagai Alternatif Pembentukan Otot Tubuh dengan Risiko Minimal
MS(Electrical Muscle Stimulation)

KotakNews.com – EMS (Electrical Muscle Stimulation) Sebagai Alternatif Pembentukan Otot Tubuh dengan Risiko Minimal. Banyak orang saat ini masih latihan secara konvensional yaitu dengan menggunakan alat ataupun tanpa alat, misalnya dengan berlari, atau menggunakan beban saat berlatih. Tentunya dengan beberapa teknik, repetisi, dan target yang ingin dicapai demi membentuk tubuh yang ideal. Sayangnya tidak semua orang mampu mengatur waktunya untuk berolahraga, dikarenakan kesibukan bekerja.

Nah, ada alternatif yang dapat ditempuh buat Anda sekalian yang ingin hidup sehat, membentuk tubuh namun tidak punya waktu cukup untuk menjalaninya. Baru baru ini pernahkah Anda mendengar istilah EMS? EMS (Electrical Muscle Stimulation) disebut juga sebagai ENMS (Neuromuscular Electrical Stimulation ), merupakan suatu alat yang dapat digunakan baik oleh orang awam maupun para atlet olahraga, tak jarang artis pun menggunakannya. Pada awalnya alat ini difungsikan sebagai alat bantu:

  • Terapi : Rehabilitasi (pada pasien) khususnya yang telah berdiam lama di tempat tidur. Juga pencegahan atropi otot dikarenakan cidera pada tulang yang tidak memungkinan dalam bergerak banyak
  • Kosmetik : Membentuk tubuh yang ideal, menurunkan berat badan

EMS(Electrical Muscle Stimulation) dipercaya sebagai suatu alternatif pembentukan otot tubuh dengan risiko minimal. EMS diciptakan karena mengingat rutinitas kita yang padat, namun disisi lain tubuh kita juga diperhatikan kesehatannya.

Partisipan mengenakan suatu elektroda yang dilekatkan ke tubuh, terhubung pada suatu mesin yang dapat diatur frekuensi atau tegangan listriknya. Kemudian dari aliran listrik yang timbul ini nantinya merangsang otak (system saraf pusat), dan otak menginstruksikan perangsangan otot. Latihan selama 20 menit sangatlah cukup, dan bisa diperkirakan sama hasilnya dengan berlatih selama 2 jam.

Haruskah EMS dilakukan dalam jangka waktu panjang?
Tentu saja, karena sama halnya dengan latihan secara konvensional , bila dilatih terus menerus akan hyperthropy. Sebaliknya, bila dalam periode waktu tertentu tidak dilatih, maka otot akan mengecil.

Simak Juga :  Kalah Saing dan Tidak Laku Dijual, Twitter Resmi Menutup Layanan Vine. Bagaimana Nasib Zach King?

Kelebihan dari EMS ini adalah memiliki risiko cidera yang lebih minim, seperti dislokasi sendi, sprain and strain otot atau ligament, dan resiko retak/patah tulang jika terjadi kelalaian dalam berlatih. Menurut uji coba dan beberapa survey penelitian, dapat disimpulkan dan memprediksi sekitar 15-20 persen lebih baik Kekurangannya dari alat ini adalah biayanya yang tergolong relatif mahal.

BERBAGI
Gamers sekaligus mahasiswa semester akhir yang sedang doyan mengetik