Grup Komunitas Pedofil di Facebook Terbongkar, Berapa Jumlah Anggotanya?

Grup Komunitas Pedofil di Facebook Terbongkar, Berapa Jumlah Anggotanya?

1313
BERBAGI
Para Admin Grup Pedofil di Facebook Berhasil Ditangkap

KotakNews.com – Grup Komunitas Pedofil di Facebook Terbongkar, Apa jadinya jika sekelompok pedofil “berkumpul” jadi satu membentuk sebuah komunitas? Bisa dipastikan obrolan dan curhatan yang mereka ungkapkan begitu mengerikan untuk manusia normal pada umumnya khususnya untuk para orang tua.

Pedofilia merupakan gangguan kejiwaan pada orang dewasa dengan kepentingan seksual yang menyimpang kepada anak berusia 13 tahun ke bawah. Dari definisi ini saja bisa disimpulkan begitu terganggunya para orang tua dengan kehadiran sosok manusia pedofil seperti ini.

Beberapa waktu lalu, kesatuan Polda Metro Jaya berdasarkan laporan sejumlah orang tua berhasil membongkar rahasia sebuah grup komunitas pedofil yang ada di situs jejaring sosial Facebook. Grup tertutup yang diberi nama “Official Candy’s Group” ini menampung ribuan anggota yang mayoritas merupakan seorang pedofil atau pecinta anak-anak atau yang sering mereka istilahkan dengan nama lolicon.

Topik pembahasan di grup tersebut berisi obrolan, curhatan, serta strategi para pedofil bagaimana caranya menggaet atau “memacari” anak-anak kecil yang seharusnya mengisi waktu luangnya dengan bermain bersama rekan-rekan sebaya. Bahkan akun gosip di Instagram yang saat ini sedang naik daun, lambe_turah, memposting sebuah foto hasil screenshot percakapan para anggota grup pedofil tersebut.

Postingan lambe_turah tentang grup pedofil

Dari hasil postingan di IG tersebut bisa dilihat betapa ngerinya aksi dan tabiat mereka kepada anak-anak kecil yang masih memiliki masa depan yang panjang. Bahkan yang lebih ngeri lagi, para polisi berhasil mengamankan total 500 video dan 100 foto dari grup tersebut. Isi dari video serta foto tersebut memperlihatkan bagian tubuh dari anak-anak yang telah menjadi korban para pedofil tersebut.

Khusus untuk para korban, Kombes Wahyu Hadiningrat selaku Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkapkan pihak kepolisian masih dalam proses identifikasi siapa anak-anak yang menjadi korban dalam video dan foto yang ada pada gadget para pelaku yang juga diunggah dan telah menjadi dokumentasi grup tersebut.

Simak Juga :  Kalah di PTTUN, Golkar Kubu Aburizal dan PPP Kubu Djan Faridz Ajukan Kasasi Ke MA

Sub-Direktorat Cyber Crime Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Kombespol Roberto Pasaribu, mengatakan jika tidak hanya satu grup itu yang menampung para pedofil. Ada grup-grup dengan nama lain yang beredar di Facebook. Salah satunya grup bernama “Official Loly Candy’s Groups 18+” yang beranggotakan 7.497 orang. Grup tersebut bahkan terkoneksi dengan belasan grup lain dari beberapa negara yang juga terlibat dalam kejahatan terhadap anak-anak dibawah umur.

Sarana internet atau yang biasa disebut dunia online memang telah banyak dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab salah satunya adalah yang sedang booming saat ini, grup komunitas pedofilia. Dunia internet terutama situs jejaring sosial merupakan sarana nomor 1 para pedofil dalam menjaring korban-korbannya. Tidak jarang kita melihat berita terbaru yang berisi seorang wanita diperkosa oleh teman barunya yang ia kenal hanya dari situs jejaring sosial. Dan hal inilah yang juga dimanfaatkan oleh para pedofil untuk mencari dan memantau calon korbannya yang rata-rata masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).

Setelah terungkap dan menjadi viral di media sosial, polisi berhasil menangkap 4 orang admin grup yang rata-rata berusia 20 tahun. Mereka terancam akan dijerat pasal berlapis yaitu UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dengan terbongkarnya grup facebook komunitas pedofilia ini, kita semua berharap pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan permasalahan yang sangat mengganggu para orang tua.