Hatf Saiful Rasul, Bocah Petarung ISIS Asal Indonesia Tewas di Suriah

Hatf Saiful Rasul, Bocah Petarung ISIS Asal Indonesia Tewas di Suriah

232
BERBAGI
Hatf Saiful Rasul, Bocah Petarung ISIS Asal Indonesia Tewas di Suriah
KotakNews.com – Hatf Saiful Rasul, Bocah Petarung ISIS Asal Indonesia Tewas di Suriah, Seorang bocah yang masih berumur 11 tahun asal Indonesia, Hatf Saiful Rasul dilaporkan telah tewas ketika menjadi petarung ISIS di Suriah. Hatf tewas akibat terkena serangan udara pada 1 September 2017 lalu.

Hatf dilaporkan meninggalkan bangku sekolah dan terbang ke Suriah untuk ikut menjadi militan ISIS.Keputusan Hatf untuk bergabung dengan ISIS pertama kali diketahui ketika ia mengunjungi ayahnya, Syaiful Anam di penjara berpengamanan tinggi. Saat itu Pesantren Ibnu Mas’ud tempatnya menimba ilmu sedang musim libur sekolah. Syaiful menceritakan hal itu dalam esai 12 ribu kata yang dipublikasikannya secara daring.

“Awalnya, saya tidak merespon dan menganggapnya sebagai guyonan anak-anak. Tapi itu menjadi berbeda ketika Hatf menyatakan keinginannya secara terus-menerus,” tulisnya.

Hatf bersikeras untuk bergabung dengan ISIS lantaran beberapa teman-teman dan guru-gurunya di sekolah telah pergi untuk bergabung dengan ISIS juga dan menjadi martir di sana. Menurut Syaiful, sekolah tempat Haft menimba ilmu dikelola oleh kawan seperjuangan yang menyebarkan ideologi yang sama.

Akhirnya Syaiful mengizinkan keinginan Hatf untuk pergi bergabung dengan ISIS. Ia berangkat ke Suriah pada tahun 2015 bersama 12 orang yang terdiri dari 8 orang guru dan 4 pelajar dari ponpes. Kemudian Haft bergabung dengan kelompok pejuang dari Prancis.

Sedikitnya 18 orang dari Ponpes Ibnu Mas’ud telah ditangkap dan didakwa bersalah atau dalam penahanan terkait serangan mematikan di Indonesia dalam 20 bulan terakhir.

Juru bicara Ponpes Ibnu Mas’ud Jumadi membantah kabar yang beredar. Ia membantah kabar bahwa sekolahnya mendukung ISIS atau kelompok Islam militan lainnya, termasuk mengajarkan paham ekstrem. Dia mengaku tidak tahu-menahu soal kabar kepergian Hatf ke Suriah.

Anehnya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menegaskan Ponpes Ibnu Mas’ud tidak pernah terdaftar sebagai sebuah pesantren.

Menanggapi hal itu, Jumadi mengatakan bahwa ponpes Ibnu Mas’ud tidak memiliki kurikulum tertentu lantaran fokus pada tahfiz, menghafal Alquran dan hadits. “Kami mengajarkan Bahasa Arab, iman, dan sejarah agama Islam,” ungkapnya.

Simak Juga :  PBB Berharap Donald Trump Berpartisipasi 'Pojokkan' ISIS
BERBAGI
A kind girl who likes working hard.