Indonesia Mengalami Penurunan Jumlah Medali Emas dalam SEA Games ke-29

Indonesia Mengalami Penurunan Jumlah Medali Emas dalam SEA Games ke-29

206
BERBAGI
Indonesia Mengalami Penurunan Jumlah Medali Emas dalam SEA Games ke-29

KotakNews.com – Indonesia Mengalami Penurunan Jumlah Medali Emas dalam SEA Games ke-29, Pada Rabu (30/8/17) )Pertandingan olahraga negara-negara Asia Tenggara (SEA Games) ke-29 ditutup di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu malam.

SEA Games resmi ditutup pada pukul 22.15 oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Penutupan SEA Games yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri Wakil Perdana Menteri, Ahmad Zahid Hamidi dan perwakilan negara-negara ASEAN.

Dari hasil pertandingan tersebut, negeri Jiran itu patut berbangga diri karena mereka mampu menutup kejuaraan ini dengan raihan 145 emas, 92 perak dan 86 perunggu. Hasil ini unggul jauh dari Thailand yang di posisi dua dengan 72 emas, 86 perak dan 88 perunggu.

Sedangkan Indonesia hanya mampu mengumpulkan 38 emas, 63 perak, 90 perunggu dan finis di urutan kelima. Berdasarkan hasil klasemen akhir, tim Merah Putih sukses menjadi juara untuk perolehan medali perunggu terbanyak disusul Thailand dengan 88 perunggu.

Kondisi ini sangat memprihatikan karena berdasarkan catatan yang ada, meski finis di urutan kelima pencapaian emas Indonesia lebih sedikit dibandingkan SEA Games sebelumnya. Padahal di SEA Games Singapura, Indonesia mampu merebut 47 emas, 61 perak, 74 perunggu. Begitu pula pada 2005, Indonesia mampu mengumpulkan 49 emas, 79 perak dan 89 perunggu.

Meski demikian, banyak pihak yang tetap mengapresiasi hasil SEA Games 2017. Sebut saja komandan kontingen Indonesia di kejuaraan dua tahunan ini, Aziz Syamsuddin. Menurut dia, selama mendampingi atlet pihaknya melihat perjuangan atlet dari dekat meski beberapa cabang ada kendala termasuk peralatan.

Meski masih terkendala peralatan, panahan mampu membuka pundi emas bagi Indonesia. Bahkan merebut empat emas atau melebihi target yang ditetapkan. Begitu juga dengan karate yang peralatan pertandingannya belum turun dari Satlak Prima.

Simak Juga :  Pondasi Jembatan Cisomang Bergeser, Arus Kendaraan Dialihkan

Selain kendala peralatan, Aziz sempat mengeluh karena anggaran operasinal sebesar Rp41,5 miliar yang dibutuhkan belum turun. Informasi yang beredar, dana tersebut sebenarnya sudah diturunkan oleh pemerintah namun tertahan di Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Aziz juga menegaskan jika Indonesia ingin benar-benar berprestasi, semuanya harus dipersiapkan dengan baik. Padahal Indonesia saat ini mempunyai atlet-atlet potensial yang berpeluang berprestasi lebih tinggi seperti di Asian Games 2018.

“Segera bentuk tim untuk menangani atlet agar lebih baik mulai dari seleksi, persoapan, latihan, peralatan hingga uji coba. Modal kita sudah ada, tinggal bagaimana menindaklanjutinya,” kata Aziz.

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto yang menjadi wakil pemerintah pada penutupan kejuaraan dua tahunan ini mengatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi terkait dengan kegagalan Indonesia dalam mencapai target SEA Games 2017 yang telah ditetapkan.

“Evaluasi secara total harus segera dilakukan. Kami harus menyikapi hasil ini dengan serius. Jika tidak akan berdampak pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang,” katanya.

Pihaknya juga akan segera membuat laporan untuk dilaporkan ke Menpora Imam Nahrawi dan ujungnya adalah kepada Presiden Joko Widodo yang sejak awal sudah berpesan agar atlet Indonesia meraih hasil terbaik di Malaysia.

Dengan hasil di SEA Games 2017 tidak menutup kemungkinan pemerintah akan membuat gebrakan demi memajukan olahraga Indonesia, mengingat dalam waktu kurang dari satu tahun, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang gengsinya jauh lebih tinggi. Jika tidak secepatnya melakukan perubahan, dikhawatirkan Indonesia akan menjadi penonton di rumahnya sendiri pada kejuaraan multi event empat tahunan terbesar di Asia itu.