Jokowi Menjalin Tiga Kerjasama Baru dengan China

Jokowi Menjalin Tiga Kerjasama Baru dengan China

92
BERBAGI
Jokowi Menjalin Tiga Kerjasama Baru dengan China
KotakNews.com – Jokowi Menjalin Kerjasama Baru dengan China, Minggu (14/5/2017) Presiden Joko Widodo yang  akrab disapa Jokowi itu melakukan kunjungan ke Beijing, China. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin kerjasama dengan Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping. Kerjasama tersebut membahas tentang sektor ekonomi dan menyaksikan proses penandatanganan tiga dokumen kerja sama. Penandatanganan dokumen kerja sama pertama, yaitu mengenai pelaksanaan kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Tiongkok pada 2017-2021.Penandatanganan itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu RRC Wang Yi. Kemudian penandatanganan dokumen kerja sama kedua, yaitu Kerja Sama Ekonomi dan Teknik Tiongkok-Indonesia, ditandatangani oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dengan Menteri Perdagangan RRC Zhong Shan. Sedangkan penandatanganan dokumen kerja sama ketiga, yaitu fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, ditandatangani oleh Direktur Utama PT KCIC Hanggoro dengan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional RRC Hu Huaibang, dengan nilai komitmen kerja sama sebesar US$4.498 miliar.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin memanfaatkan konferensi tinggi ‘Belt and Road Forum’ untuk menciptakan momentum segar, terutama untuk kerja sama RRC-Indonesia dalam rangka ‘One Belt One Road’,” kata Jokowi saat berdiskusi dengan Xi Jinping di Gedung Great Hall of the People, Beijing, seperti yang dilansir dari Antara. Inisiatif ‘Belt and Road’ diharapkan Jokowi dapat memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dengan China. Jokowi pun menuturkan bahwa dia ingin mengundang secara khusus pemerintah Presiden Xi untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia di tiga mega proyek. Mega proyek pertama yang ditawarkan yaitu proyek koridor ekonomi terintegrasi, konektivitas, industri, dan pariwisata di Sumatera Utara. Proyek yang ditawarkan tersebut meliputi fasilitas Pelabuhan Kuala Tanjung dan akses jalan dari Kota Medan hingga Sibolga.

Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur di Bitung-Manado-Gorontalo melalui akses jalan, jalur kereta api dan pelabuhan serta bandara. Jokowi juga menawarkan proyek energi dan pembangkit listrik di Kalimantan Utara.

Presiden Jokowi pun menyempatkan diri menyambangi Masjid Niujie di Beijing yang menjadi tempat ibadah umat muslim asal Indonesia saat melakukan kunjungan ke China tersebut. Dia mengucapkan terima kasih kepada Imam Masjid Niujie Ali Yang Gunjun dan Ketua Asosiasi Islam Tiongkok Yang Faming atas pelayanannya kepada umat muslim Indonesia yang berada di Beijing. Jokowi juga menyempatkan untuk berziarah ke makam dua ulama yang berperan penting dalam dakwah Islam di Beijing, yaitu Syaikh Ali bin al-Qadir Imaduddin Bukhari dan Syaikh al-Burthoni al-Qazwayni.
Kunjungan Jokowi ke Masjid Niujie (Foto: cnnindonesia.com)
Menurut Ali, China tercatat menjadi rumah bagi 23 juta umat Islam dengan 34 ribu masjid yang tersebar di penjuru negara itu. “Di China ada 56 ribu imam dan jumlah asosiasi Islam dari tingkat kabupaten ke atas ada 7 ribu,” ujar Ali.

Usai pertemuan, Jokowi mengatakan kepada wartawan bahwa umat muslim Indonesia dan umat muslim China memiliki hubungan yang bersejarah. “Ternyata hubungan dengan China dimulai pada abad 15 lalu ketika muslim China berdagang, mendarat di Lasem, di Palembang. Sehingga hubungan antara China dan kita sudah cukup lama,” ucapnya.

Simak Juga :  Di Korea, Manusia Dikubur Untuk Fondasi Bangunan