Kalah Saing dan Tidak Laku Dijual, Twitter Resmi Menutup Layanan Vine. Bagaimana...

Kalah Saing dan Tidak Laku Dijual, Twitter Resmi Menutup Layanan Vine. Bagaimana Nasib Zach King?

Penutupan layanan Vine sendiri dikabarkan karena kalah bersaing dengan fitur baru Instagram dan fitur-fitur media sosial lainnya yang menyajikan video-video singkat untuk dibagi

238
BERBAGI
R.I.P. Vine

KotakNews.comTwitter Resmi Menutup Layanan Vine, Vine, sebuah layanan sharing video yang diakuisisi oleh Twitter beberapa tahun lalu, akhirnya resmi ditutup. Sempat berjaya dan menjadi layanan sharing video populer pada masanya, membuat Twitter tertarik mengakuisisi Vine dengan harga $30 miliar pada waktu itu.

Kepopuleran Vine pada waktu itu membuat Twitter kepincut. Karena seperti diketahui Vine merupakan sebuah layanan berbasis video yang menawarkan fasilitas sharing video berdurasi singkat. Meskipun begitu singkat, ternyata respon masyarakat sangat positif. Vine menjadi salah satu layanan yang begitu populer dan beberapa video yang ada di Vine menjadi viral di dunia maya.

Salah satu pengguna Vine yang begitu terkenal yaitu Zach King. Siapa yang tidak mengenalnya? Berkat video-video yang diunggahnya di Vine, sosok Zach King menjadi populer dikalangan pengguna dunia maya khususnya sosial media. Kepopuleran Zach King diperoleh berkat video-video ilusi yang sering diunggahnya di Vine dan akhirnya menjadi viral di sosial media lain karena video-videonya yang dibagikan oleh pengguna lain.

Kini layanan Vine tersebut telah ditutup oleh Twitter. Penutupan layanan Vine sendiri dikabarkan karena kalah bersaing dengan fitur baru Instagram dan fitur-fitur media sosial lainnya yang menyajikan video-video singkat untuk dibagi.

Vine dan layanan baru Instagram tersebut sama-sama menawarkan layanan sharing video namun yang menjadi perbandingan pengguna internet media sosial adalah waktu untuk sharing video yang ditawarkan oleh Instagram lebih lama (1 menit) dibandingkan Vine yang hanya berdurasi 6 detik.

Mendengar info bahwa Vine telah resmi ditutup, membuat beberapa pendiri Vine yaitu Yusupov, Dom Hofmann dan Colin Kroll sempat kesal lantaran layanan yang telah mereka buat dan besarkan dengan susah payah seketika dijual oleh pemilik setelah mereka, Twitter. Mereka menganggap bahwa layanan Vine dianggap tidak mendapat dukungan dari pihak Twitter. Dan akhirnya kualitas produk Vine tidak terkontrol dengan baik meskipun sebenarnya Vine telah memiliki pengguna atau fans setia yang menggunakan layanan Vine sejak lama.

Simak Juga :  Cara Terbaru Membuat Akun Twitter Dengan Mudah

Saking kesal dan sedikit ada rasa penyesalan, Yusupov, salah satu pendiri Vine sempat membuat beberapa kata curhatan di media sosial miliknya.

Jangan jual perusahaanmu!” katanya seperti dikutip dari sosial media miliknya. Kalimat tersebut merupakan suatu bentuk penyesalan dirinya karena menjual salah satu aset berharga yang dibuatnya kepada pihak yang salah dalam hal ini Twitter.

Setelah menutup Vine, Jack Dorsey, sang pendiri Twitter sendiri menetapkan kebijakan untuk berfokus pada aplikasi sosial media Periscope untuk dikembangkan dan ditonjolkan sebagai layanan video unggulan. Pria kelahiran 19 November 1976 ini juga mengatakan bahwa layanan aplikasi Vine memang resmi ditutup pada tanggal 28 oktober 2016 lalu, tetapi akan benar-benar ditutup total dalam beberapa bulan kedepan.

Kepada para pengguna setianya, Twitter juga mempersilahkan pengguna Vine untuk diberi kesempatan mengunduh konten-kontennya. Pihak Twitter mengatakan, hal ini mereka lakukan karena para pengguna Vine juga turut membantu meningkatkan popularitas Vine yang dulu pernah dimilikinya.

Namun kegagalan juga tidak hanya terjadi pada Vine. Ini karena kabarnya kini Twitter juga memang sedang mengalami masalah. Bahkan, yang mengejutkan lagi kabarnya mereka akan melakukan restrukturisasi dalam waktu dekat ini. Namun tidak hanya itu, karena mulai bermunculan isu terkait akuisisi Twitter. Hingga saat ini, isu yang beredar tersebut masih belum menjadi kenyataan. Hal tersebut terjadi karena diprediksi banyak perusahaan besar yang mengaku tidak tertarik untuk membeli Twitter sekarang karena juga telah berada di posisi suram.

BERBAGI
Seorang wiraswasta sekaligus juru ketik yang mencintai teknologi. Disarankan untuk mencari jodoh secepat mungkin.