Kebijakan Ekonomi Trump Membuat Banyak Perusahaan Raksasa Waspada

Kebijakan Ekonomi Trump Membuat Banyak Perusahaan Raksasa Waspada

367
BERBAGI
Kebijakan Ekonomi Trump Membuat Banyak Perusahaan Raksasa Waspada

KotakNews.com – Kebijakan Ekonomi Trump Membuat Banyak Perusahaan Raksasa Waspada. Donald Trump akan diprediksi memiliki dampak besar dalam sektor perekonomian. Sejumlah perusahaan raksasa di AS akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Namun, dari berita terbaru menyebutkan tidak semua perusahaan itu mendapatkan keuntungan yang sepadan bahkan ada yang dirugikan.

Keuntungan yang paling besar dirasakan oleh perusahaan yang bergerak dibidang pasar domestik. Kinerja perusahan akan lebih meningkat jika ada kenaikan daya beli konsumen di AS daripada bergantung dari pasar luar negeri.

Ada beberapa perusahaan yang masuk indeks S&P 500 yang mendapatkan 70 persen dari penjualan di AS. Perusahaan yang mendapatkan keuntungan tersebut antara lain Disney, Verizon, AT&T, Home Depot, Comcast, Berkshire Hathaway, Kontraktor Lockheed Martin dan Starbucks.

Ada juga perusahaan lainnya yang melakukan ekspansi ke luar negeri yang masih mendapatkan keuntungan seperti American Express, Walmart, Netflix dan UPS.

Kinerja dari perusahan-perusahaan tersebut dapat meningkat apabila Donald Trump mau mendorong belanja infrastruktur dan pangkas pajak seperti yang telah dijanjikan Donald Trump dalam kampanye. Dengan mendorong belanja tersebut akan berpengaruh pada belanja konsumen serta menjadikannya bisnis yang besar.

Kebijakan Donald Trump ternyata juga akan dirasakan oleh Ford dan General Motors (GM). Kedua perusahaan ini telah menjadi target Trump karena memiliki operasional di Meksiko. Namun, dibalik itu semua kedua perusahaan itu memiliki pendapatan sekitar 60 persen dari AS.

Tetapi, dibalik perusahaan-perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari kebijakan Trump. Boeing adalah salah satu perusahaan yang bergantung dari penjualan di luar negeri.

Selain Boeing juga ada Coke, GE, McDonald’s, Gamble, Procter dan juga Nike. Perusahan-perusahaan tersebut penjualannya lebih dari 60 persen bergantung dari luar negeri ketimbang AS. Jadi, melihat kondisi tersebut maka akan sangat mungkin bahwa saham-saham perusahaan tersebut akan mengalami tekanan. Hal tersebut juga akan menjadi sebuah tekanan hebat apabila dolar AS mulai menguat kembali.

Simak Juga :  Utang Pemerintah Per April 2015 Turun Hingga Rp. 14 triliun

Para pengamat ekonomi mengatakan bahwa kebijakan baru Donald Trump yang berfokus pada ekonomi domestik akan dapat mendongkrak dolar AS. Hal itulah yang dapat memberikan dampak negatif pada perusahaan-perusahaan yang menjual barang atau jasanya ke luar negeri. Namun, akan positif bagi perusahaan yang impornya kurang.