Luncurkan Tarif Telepon Rp 1 per Detik Tak Akan Membuat Indosat Ooredoo...

Luncurkan Tarif Telepon Rp 1 per Detik Tak Akan Membuat Indosat Ooredoo Merugi

495
BERBAGI
Rapat Tahunan Pemegang Saham Indosat

KotakNews.com – Luncurkan Tarif Telepon Rp 1 per Detik Tak Akan Membuat Indosat Ooredoo Merugi, Indosat tak ada habis – habisnya memberikan promo menarik bagi para pengguna setianya. Baru – baru ini Indosat meluncurkan tarif telepon dengan tarif Rp. 1 per detiknya. Strategi Indosat Ooreedoo ini diyakini tak akan membuat perusahaan telekomunikasi tersebut merugi. Direktur Utama PT Indosat Tbk (Indosat) Alexander Rusli mengatakan, tarif telepon Rp 1 per detik tersebut merupakan strategi perseroan dan tidak akan memberikan dampak pada persaingan industri telekomunikasi. “Apakah ada yang komplain? Ada, tapi ada yang ikut malah lebih drastis (tarifnya),” ujar Rusli saat konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Gedung Indosat, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017), seperti yang dilansir dari kompas.com.

“Ini memang promosi untuk mereka yang masih pakai telepon. Sekarang masih banyak. Walau dari tahun ke tahun menurun jumlahnya,” imbuhnya.

Sebenarnya pada awal tahun 2017 tarif telepon Rp 1 per detik ini hanya berlaku untuk pelanggan Indosat di luar Pulau Jawa. Namun, saat ini tarif tersebut juga telah diberlakukan di Pulau Jawa.

Namun sayangnya tarif telepon Rp 1 per detik dari Indosat untuk telepon ke semua operator hanya berlaku untuk telepon 30 detik, selebihnya akan dikenakan tarif regular. Jadi para pelanggan indosat wajib memahami peraturan ini agar penggunaan telepon bisa diperhitungkan dan tidak menguras biaya pulsa terlalu banyak.

Menurut Alex program indosat ini telah mendorong pendapatan perseroan ke arah yang lebih baik jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Laba bersih Indosat pada tahun 2016 mencapai Rp 1,1 triliun. Hal ini menunjukan perbaikan dibandingkan tahun 2015 dan 2014. Padahal di tahun 2015 lalu, Indosat mengalami kerugian bersih sebesar Rp 1,3 triliun.

Simak Juga :  BBM jenis Baru Pertalite Merupakan Campuran Pertamax dengan Nafta

Kini Indosat Ooredoo pun mengurangi hutangnya dari 351,0 juta dollar AS (mewakili 21 persen dari total utang) pada kuartal I 2017, menjadi sebesar 158,9 juta dollar AS (mewakili 11 persen dari total utang). “Indosat Ooredoo juga mencatatkan penurunan total utang dari pinjaman bank dan obligasi, yakni sebesar Rp 2,8 triliun atau penurunan sebesar 12,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” tulis Indosat melalui keterangan resmi pada Kompas.com. 

Sepanjang kuartal I pada tahun 2017 ini secara total Indosat Ooredoo mencatatkan peningkatan sebesar 25,8 juta pelanggan dibandingkan dengan kuartal I pada tahun 2016 lalu. Kini pengguna Indosat Ooredoo mencapai 95,6 juta pelanggan di kuartal I 2017. Kenaikan jumlah pelanggan ini merupakan hasil dari penawaran paket-paket menarik yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pelanggan.

BERBAGI
A kind girl who likes working hard.