Perbudakan Di Maluku : Dikhawatirkan Terjadi Boikot Terhadap Produk Perikanan Indonesia

Perbudakan Di Maluku : Dikhawatirkan Terjadi Boikot Terhadap Produk Perikanan Indonesia

552
BERBAGI

KotakNews.com Hasil laporan investigasi AP “Are slaves catching the fish you buy?” tanggal 25 Maret 2015 lalu menjelaskan tentang dugaan terjadinya perbudakan Anak Buah Kapal (ABK) di atas kapal-kapal Thailand yang beroperasi di perairan Indonesia.

Kasus ini terjadi di Kepulauan Aru, Maluku. Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kasus yang melibatkan perusahaan penangkapan ikan asal Indonesia PT Pusaka Benjina Resources (PBR), yang memakai kapal Thailand banyak memperkerjakan orang Thailand, Myanmar, dan Kamboja. Kini, kasus ini sudah menjadi isu internasional.

Di bawah koordinasi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P Hutagalung mengatakan pemerintah telah bergerak agar produk perikanan Indonesia tidak terkena imbas dari kejadian ini.

Salah satu risiko dari kasus ini adalah pemboikotan produk perikanan Indonesia di negara pengimpor seperti AS. Dalam pertemuan tersebut, pihak pemerintah Indonesia memberikan penjelasan terkait kejadian perbudakan di Benjina seperti yang diungkapkan laporan investigasi AP “Are slaves catching the fish you buy?” pada 25 Maret 2015 lalu.

Selain di AS, pihak pemerintah juga memberikan penjelasan kepada otoritas beberapa negara di Uni Eropa seperti Inggris, Belgia, Belanda, Prancis, Spanyol dan Jerman. Saut menegaskan sampai sekarang belum ada dampak bagi Indonesia dari kasus perbudakan yang terjadi di Benjina. Pemerintah tetap berupaya keras dan memastikan walaupun kasus itu terjadi di wilayah Indonesia namun pelaku perbudakan bukan dari Indonesia tetapi justru dari Thailand. (fap)

Simak Juga :  Nelayan Lokal Tangkap Kapal Asing Pencuri Ikan
BERBAGI
Seorang wiraswasta sekaligus juru ketik yang mencintai teknologi. Disarankan untuk mencari jodoh secepat mungkin.