Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Hanya 4,7 Persen, Sebabkan Pengangguran Bertambah 320 Ribu...

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Hanya 4,7 Persen, Sebabkan Pengangguran Bertambah 320 Ribu Orang

3577
BERBAGI
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi

KotakNes.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia Tahun 2015 masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,2%. Sejak kuartal I hinggal Kuartal III pertumbuhan ekonomi masih terhambat, berbagai kendala baik nasional maupun global ikut mempengaruhi situasi ini.

Pelemahan ekonomi global, rendahnya serapan anggaran di dalam negeri, belum maksimalnya arus investasi, anjloknya nilai tukar rupiah serta berkurangnya daya beli masyarakat member kontribusi signifikan dalam pelemahan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonomi hanya tumbuh pada kuartal I-2015 sebesar 4,7, kuartal II-2015 sebesar 4,67 persen dan kuartal III-2015 sebesar 4,73 persen. Dengan demikian, akan sangat sulit untuk mencapai pertumbuhan 5-5,2 persen hingga akhir tahun 2015 Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2015  sebesar 4,9 hingga 5 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional selama tahun 2015 ia perkirakan akan berada pada angka 4,8%.

Bambang PS Brodjonegoro
Bambang PS Brodjonegoro

 

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I Tahun 2015 Jadi Fokus Investor

Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, alih-alih mengurangi pengangguran, yang ada jumlah pengangguran di Indonesia semakin membengkak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal III-2015 tingkat pengangguran di Indonesia bertambah 320 ribu jiwa. Sehingga Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menjadi 7,56 juta jiwa.

Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah, mengatakan bahwa pertumbuhan industri serta pertumbuhan ekonomi sebesar 4,73 persen belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja yang sangat tinggi. Karenanya, pemerintah harus berupaya keras untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku industry, sehingga pertumbuhan industry dapat sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja yang besar. (fap)

Simak Juga :  Gagal Saat Memulai Bisnis Pertama Kali? Coba Tips, Ide dan Solusi Bisnis Bagi Pemula Berikut Ini