Polri Periksa Syahrini Terkait Kasus First Travel

Polri Periksa Syahrini Terkait Kasus First Travel

51
BERBAGI
Polri Periksa Syahrini Terkait Kasus First Travel (Foto: Instagram/@anniesahasibuan)

KotakNews.com – Polri Periksa Syahrini Terkait Kasus First Travel, Pada Rabu (27/9/17) Syahrini akan menjalani pemeriksaan terkait kasus First Travel. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menjadikan  artis cantik itu sebagai saksi dalam kasus penipuan, penggelapan dan pencucian dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

“Infonya, besok, Syahrini akan hadir memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi kasus First Travel,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul dalam pesan singkat, Selasa (26/9/17) malam.

Alasan Syahrini dikaitkan dengan kasus penipuan tersebut karena dia pernah berangkat umrah bersama First Travel. Syahrini sendiri diketahui sebagai salah satu selebriti yang pernah melakukan perjalanan umrah bersama 18 orang kerabatnya pada tanggal 26 Maret lalu. Tak hanya itu, Syahrini yang menikmati fasilitas VVIP dari First Travel juga sempat disebut-sebut sebagai brand ambassador, karena mempromosikan biro perjalanan tersebut.

Meski begitu, Syahrini menolak dikaitkan dengan penyedia jasa perjalanan umrah yang kini tengah tersandung masalah tersebut.

“Kayaknya enggak ada sangkut paut dengan aku. Mungkin dengan manajemen ya. Terima kasih,” ungkapnya saat ditemui usai menjadi pengisi acara di HUT SCTV di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/17).

Dia juga enggan untuk menanggapi lebih lanjut terkait masalah First Travel. “Tidak perlu ada yang diklarifikasi. Saya tidak bermasalah dengan siapapun,” tegasnya waktu itu.

Dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang tersebut, polisi telah resmi menetapkan tiga tersangka, yakni Andika Surachman yang menjabat sebagai Direktur Utama, Anniesa Desvitasari Hasibuan istri dari Andika yang menjabat sebagai Direktur dan Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan yang merupakan Komisaris Utama.

Simak Juga :  Rencana Revisi UU KPK Dituding Sebagai Upaya Pelemahan Terhadap KPK

Andika diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya, Kiki berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 sebanyak 72.682 orang.

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14 ribu orang. Jumlah yang belum berangkat sebanyak 58.682 ribu orang.

Sementara perkiraan jumlah kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini sebesar Rp848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp9,5 miliar.

Sementara tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar, dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar.