Proses Pembangunan Baterai Terbesar di dunia Milik Tesla Masih Separuh Jalan

Proses Pembangunan Baterai Terbesar di dunia Milik Tesla Masih Separuh Jalan

85
BERBAGI
Proses Pembangunan Baterai Terbesar di dunia Milik Tesla Masih Separuh Jalan

KotakNews.com – Proses Pembangunan Baterai Terbesar di dunia Milik Tesla Masih Separuh Jalan, Tesla telah mencapai setengah jalan dalam rencananya untuk membangun baterai terbesar di dunia, di Australia Selatan itu.

Mulanya, rencana untuk membangun baterai lithium 100MW (129MWh) itu berawal dari taruhan Twitter antara bos Tesla Elon Musk dan perancang perangkat lunak Australia Mike Cannon-Brookes.

Mr Musk mengatakan Tesla akan membangun baterai bermuatan angin dalam 100 hari atau negara tidak perlu membayarnya. Ini dirancang untuk membantu mencegah pemadaman listrik yang secara teratur melanda kawasan tersebut. Kritikus mengatakan ketergantungan kawasan pada sumber energi terbarukan telah membuatnya rentan.

Percakapan Twitter memulai serangkaian aktivitas di Australia, dengan tiga saingan Tesla yang mengajukan penawaran untuk melemahkan perusahaan itu dengan harga dan waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan toko energi.

Hal ini menyebabkan Tesla, Zen Energy, Carnegie Clean Energy dan Lyon Group diundang untuk mengajukan tawaran untuk menerima dana sebesar $ A150m (£ 88 juta) dari pemerintah Australia Selatan untuk menciptakan baterai dan sumber daya terbarukan lainnya.

Akhirnya, Tesla memenangkan kesepakatan itu dan berpasangan dengan perusahaan Prancis yaitu Neoen. Neoen merupakan perusahaan energi asal Perancis yang pertama kali didirikan pada tahun 2008 dan memiliki proyek-proyek pembangkit listrik alternatif di banyak negara. Di Perancis sendiri, Neoen diketahui mengoperasikan pembangkit listrik bertenaga surya terbesar di Eropa yang sanggup menghasilkan listrik untuk 300 ribu rumah tangga.

Jika baterai lithium terbesar di dunia itu sudah diwujudkan, baterai tersebut bakal memproduksi tenaga sebesar 100 megawatt. Cukup untuk menyalakan 30 ribu rumah di Australia selatan. Baterai yang dibangun di kota Jamestown yang terletak 230 km di sebelah utara Adelaide tersebut akan dipasangkan dengan ladang kincir angin listrik yang berlokasi tidak jauh dan dioperasikan oleh Neoen.

Simak Juga :  Ahok Telah Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka. Ini Tanggapan Para Warga

Tesla telah memberi kesempatan bagus untuk mencapai batas waktu yang telah ditentukan karena konstruksi baterai dimulai jauh sebelum jam mulai menghitung mundur. Hitungan resmi sampai akhir tenggat waktu 100 hari telah dimulai pada 30 September 2017, setelah proyek tersebut mendapat persetujuan dari regulator energi Australia. Musk mengatakan bahwa jika Tesla melewatkan batas waktu, dia akan kehilangan sekitar $ 50 juta (£ 38m).