Tau Nggak Sih Gimana Caranya BMKG Menentukan Hilal Masuknya Bulan Ramadhan?

Tau Nggak Sih Gimana Caranya BMKG Menentukan Hilal Masuknya Bulan Ramadhan?

167
BERBAGI
Teleskop Pemantau Hilal
KotakNews.com – Tau Nggak Sih Gimana Caranya BMKG Menentukan Hilal Masuknya Bulan Ramadhan?, Seperti yang diketahui, kaum muslimin diwajibkan melaksanakan puasa ramadhan jika hilal sudah muncul. Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Nah untuk menentukan hilal pun juga bukan perkara yang mudah. Mata telanjang pun takkan mampu melihat pergeseran bulan. Diperlukan adanya alat khusus untuk memantau datangnya hilal tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki cara tersendiri dalam menentukan hilal. Mereka mengamati kemunculan hilal dari gedungnya di lantai 13. Pada Jumat (26/5/2017) BMKG menggunakan dua teleskop canggih untuk memantau kemunculan bulan. Dua teleskop ini yaitu Vixen VC200L+Sphinx SXD dan Vixen ED-103S+Sphinx SXW.
Kasubbid Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Suaidi Ahadi menjelaskan, keunggulan dua teleskop canggih milik BMKG ini. Ia mengatakan, keduanya memiliki sensor yang mampu merekam pergerakan objek astronomis secara otomatis. “Kedua teleskop ini punya star tracking. Jadi, kita tidak perlu repot-repot memantau gerak bulan atau matahari, karena otomatis mengikuti pergerakan keduanya. Semacam sensor,” ungkapnya kepada wartawan viva.co.id. Suaidi pun menjelaskan bagaimana cara kerja sensor tersebut. Sensor star tracking ini mempunyai database gerak bintang. Saat pengguna ingin melihat apa yang diinginkan, dia hanya perlu mengarahkan teleskop ke posisi turn out. Dari situlah teleskop akan mengikuti gerak objek yang dimaksud pengguna. “Kita masukin data apa saja yang ingin kita lihat. Nah, nanti kita arahkan pada posisi turn out. Setelah itu, nantinya dia (teleskop) akan mengikuti (objek),” ungkapnya.
BMKG juga menggunakan bantuan kamera untuk menangkap gambar hilal dengan lebih jelas. Mereka menggunakan kamera berjenis Cannon DSLR tipe EOS 500D. “Karena hilal itu sangat tipis, maka kita pakai teknologi image processing untuk mengaktifkan warna hilal,” tutur Suaidi. ‚ÄúDengan demikian, ketika ada hilal maka langsung kita capture dan melakukan proses manipulasi warna. Hal ini kita lakukan di komputer, bukan di teropong,” lanjut Suaidi.
Selain itu BMKG juga menggunakan peralatan lainnya seperti Detector Prime Focus, Kompas Brunton, GPS Garmin 76cCSX, Baffle Tabung, serta program pemrosesan citra Hilal berupa Astro Photography Tools (APT) V. 3.31, Adobe Photoshop CS6/ Photoscape, Splitcam, Manycam, dan Adobe Flash Media sebagai alat bantu untuk memproses hasil hilal secara jelas.
Simak Juga :  Setelah Ngamuk di Path, Annisa Pohan Akhirnya Meminta Maaf