Warga Indonesia di Berbagai Negara Serempak Memberikan Dukungannya Untuk Ahok

Warga Indonesia di Berbagai Negara Serempak Memberikan Dukungannya Untuk Ahok

129
BERBAGI
Warga Indonesia di Berbagai Negara Serempak Memberikan Dukungannya Untuk Ahok

KotakNews.com – Warga Indonesia di Berbagai Negara Serempak Memberikan Dukungannya Untuk Ahok, Dukungan untuk Ahok ternyata tidk hanya berasal dari dalam negeri saja. Beberapa warga Indonesia yang tinggal di luar negeri yang pro terhadap Ahok juga tidak ingin kalah untuk menunjukkan simpati mereka kepada mantan Gubernur DKI Jakarta yang telah dinonaktifkan tersebut.

Di Amsterdam, pada Sabtu malam (13/5/2017), warga Indonesia yang berjumlah sekitar 350-an orang dengan berpakaian serba hitam warga Indonesia memadati areal di Museumplein, Amsterdam. Mereka mendukung Ahok agar dibebaskan dari vonis hukuman 2 tahun penjara yang dijatuhkan pengadilan kepadanya. Semula, aksi damai warga Indonesia di Amsterdam akan digelar di Dam-Rak, dengan menyalakan lilin. Namun, Wali Kota Amsterdam Eberhard Van der Laan yang menaruh perhatian terhadap aksi ini memberikan tempat yang lebih luas di Museumplein. Karena menurut Laan, Dam-Rak, terlalu kecil untuk menampung banyaknya peserta aksi. Aksi pro Ahok ini ternyata tidak hanya digelar di area Museumplein saja, warga Indonesia yang lainnya juga menggelar aksi yang sama di tiga kota lainnya di Belanda yaitu Groningen, Den Haag, dan Utrecht.

Aksi Damai Bela Ahok di Amsterdam (Foto: kompas.com)

 

Menurut Densi Bura, warga Indonesia yang menetap di Haarlem, dan ikut serta dalam aksi di Amsterdam ini mengatakan bahwa jika kasus Ahok murni kasus hukum, maka Ahok pasti bebas.  Dia pun menjelaskan bahwa panitia penyelenggara meminta semua peserta yang hadir mengenakan pakaian serba hitam. “Ini sebagai simbol berkabung atas matinya keadilan dalam vonis penjara Ahok. Tidak adil, karena diboncengi politik,” ungkap seorang peserta aksi yang tergabung dalam Jaringan Ahok-Djarot Internasional. Peta Indonesia yang dibawa dalam acara ini pun menggunakan latar belakang berwarna hitam. Warna itu pun dipilih demi menyampaikan pesan duka yang sama.

Simak Juga :   Main – Main dan Bakar Al Quran, Pria Ini Kena Batunya

Majelis Rendah (Tweede Kamer) Belanda juga meminta kepada Menteri Luar Negeri, Bert Koenders, agar mengajukan permohonan kepada Indonesia untuk membebaskan Ahok, seperti yang diberitakan di harian terbesar Belanda, De Telegraaf, edisi Rabu (10/5/2017), setelah sebelumnya memberitakan tentang vonis penjara dua tahun untuk Ahok.

Aksi damai dengan menyalakan lilin dan doa bersama berlangsung sejak Sabtu (13/5/2017) dan Minggu (14/5/2017) waktu setempat, di belasan negara. Di Amerika Serikat, aksi solidaritas berlangsung setidaknya di 10 kota, antara lain Los Angeles, Washington DC, San Francisco, Seattle, Chicago, dan New York. Di Sydney, Australia aksi ini dilakukan pada hari Minggu (14/5/2017) pukul 16.00 waktu setempat.

Sementara di Taipe aksi damai menyalakan lilin digelar di stasiun utama metro Taipe (Taipe Main Station) pada Minggu (14/5/2017) pukul 18.00 waktu setempat. Terlihat, bendera merah putih berkibar-kibar di tengah padatnya peserta aksi. “Kami warga Negara Indonesia di Taiwan yang terdiri dari buruh migran, pelajar, dan pengusaha, memang selama ini silent saja soal politik dan kondisi di Tanah Air,” ujar Ocha  Hidayatulloh, dari Buruh Migrant Indonesia (BMI) yang turut dalam aksi itu, seperti yang dikutip dari kompas.com. “Namun, kejadian akhir-akhir ini menyita perhatian kami di sini, yaitu tentang ketidakadilan dalam putusan pengadilan yang dijatuhkan kepada Pak Ahok. Kami di sini tergerak. Kami sangat miris melihat jauhnya toleransi antar umat beragama di Tanah Air,” imbuhnya.

Aksi Damai Bela Ahok di Taiwan (Foto: kompas.com)

Di Taiwan, yang mayoritas warganya adalah keturunan Tionghoa, keberadaan umat Muslim, termasuk dari Indonesia, sangat dihormati.  “Peraturan yang menyulitkan itu justru datang dari Pemerintah Indonesia sendiri, bukan dari Taiwan,” tegas Ocha.

Warga di Inggris pun tidak ingin ketinggalan untuk menyerukan dukungannya terhadap Ahok. Salah satunya terjadi di Kota Leicester, Inggris, pada Sabtu (13/5/2017) waktu setempat. “Kami dari Indonesia Christian Community (ICC) di bawah PPI Leicester telah melakukan vigil sekitar jam 10 malam kemarin, ” ungkap Silvanus Alvin, Ketua Departemen Sumber Daya Mahasiswa PPI Leicester, kepada Kompas.com. Kandidat Master dari Universitas Leicester ini mengatakan, aksi digelar dalam bentuk doa bersama. “Tujuannya untuk memberikan dukungan moral kepada saudara kita, Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok,” kata Alvin. Mahasiswa Indonesia yang belajar di Inggris, khususnya Leicester sangat prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Indonesia. “Terutama yang menyasar Saudara Ahok. Leicester merupakan kota dengan tingkat keberagaman paling tinggi di Inggris, the most diversecity dan memiliki slogan fearless. Oleh sebab itu kami mengirim pesan pada saudara Ahok agar fearless atau jangan gentar dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Alvin. Dalam aksi Sabtu malam tersebut, para peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam. “Ini wujud kedukaan terhadap kondisi di indonesia,” sambung Alvin.

Simak Juga :  Penemuan 17 Mumi di Kuburan Kuno Mesir
Aksi Damai Bela Ahok di Inggris (Foto: kompas.com)
BERBAGI
A kind girl who likes working hard.