Waspada Virus Zika! Berikut Gejala dan Cara Pencegahan Virus Zika

Waspada Virus Zika! Berikut Gejala dan Cara Pencegahan Virus Zika

206
BERBAGI
Efek Virus Zika Pada Wanita Hamil

KotakNews.com – Gejala dan Cara Pencegahan Virus Zika, Baru-baru ini tersiar kabar bahwa ditemukan infeksi virus Zika yang terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama nyamuk yang termasuk dalam spesies Aedes Aegypti. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut dinamakan sebagai Zika, penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever).

Virus ini sudah ada sejak tahun 1947 yang ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda. Kemudian pada tahun 1954 virus ini menyerang manusia di Nigeria. Dan pada perkembangannya sejak saat itu, virus ini mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia sekitar tahun 2007 silam. Kemudian tahun 2015 virus Zika merajalela di Negara Brazil serta akhirnya masuk ke Indonesia tepatnya di Kota Jambi. Dan pada tahun 2016 ini, virus Zika mulai menyebar di beberapa negara bagian Amerika seperti di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tidak hanya itu, beberapa laporan menyebutkan jika penyakit mematikan ini juga sudah merembet ke negara Karibia, Afrika, dan juga Samoa (Oceania).

Nyamuk Aedes menyukai tempat-tempat yang memiliki genangan air dan sangat aktif pada siang hari. Nyamuk ini berkembang biak dan menyebarkan virus Zika tersebut melalui sebuah gigitan yang kemudian akan menginfeksi korbannya. Layaknya penyakit menular lainnya, penyakit ini menjadi sangat berbahaya karena dapat menular dari manusia ke manusia yang lain. Penularan dapat terjadi melalui transfusi darah dan hubungan seksual.

Gejala Virus Zika

Gejala yang terjadi pada umumnya adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata, dan lelah. Penyakit ini dikategorikan penyakit ringan dan berlangsung sekitar satu minggu.

Salah satu hal yang menakutkan adalah jika virus ini menyerang wanita yang sedang hamil. Para wanita yang sedang hamil harus waspada terhadap penyakit ini karena apabila terjangkit, maka virus ini dapat menular sampai ke janin. Efek yang dapat terjadi adalah mikrosefati atau sang bayi akan lahir secara tidak normal dengan lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal. Tidak hanya itu, karena virus Zika ini juga dapat mengakibatkan kerusakan pada otak janin.

Simak Juga :  Mengejutkan, Perusahaan Sebesar Google Belum Bayar Pajaknya di Indonesia
Efek Virus Zika Pada Bayi yang Baru Lahir
Ilustrasi (Sumber: Youtube.com)

Diagnosis Virus Zika

Dalam diagnosis dokter biasanya akan menanyakan area, waktu, dan aktivitas saat melakukan ke daerah yang rawan akan nyamuk Aedes. Kemudian, dokter akan melakukan tes darah untuk memlihat nukleat virus, mengisolasi virus, atau uji serologis. Selanjutnya dokter juga dapat melakukan uji urine dan air lius pada hari ketiga setelah gejala muncul.

Pengobatan Virus Zika

Bagaimana cara menyembuhkan virus Zika belum ditemukan sampai saat ini. Dokter hanya bisa memberi obat namun bukan untuk menyembuhkan melainkan mengurangi gejala yang dirasakan oleh pasien saja. Obat tersebut antara lain yaitu cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam, serta biasanya dokter hanya menganjurkan si pasien untuk istirahat yang cukup.

Berikut cara pencegahan virus Zika :

  1. Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan
  2. Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas
  3. Gunakan baju dan celana berlengan panjang
  4. Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau Environmental Protection Agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian
  5. Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk
  6. Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya
  7. Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan tangan
  8. Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit
  9. Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika
  10. Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya pada wanit hamil, dari daerah penyebaran virus Zika
Simak Juga :  Hilangnya Seorang Guru Bahasa Inggris Secara Misterius di Curug Ciheulang